Catatan Perjalanan Usahaku Merintis Bisnis

Catatan Perjalanan Usahaku Merintis Bisnis, Baiklah pemirsa blog bisnisalbarokah.blogspot.com akan saya ceritakan perjalanan usahaku dalam merintis bisnis dari awal hingga bisa menghasilkan. Catatan perjalanan bisnisku ini jangan di anggap serius ya tapi bisa kalian jadikan sebagai perbandingan dan bahan renungan siapa tahu di antara kalian ada yang tergugah. Beda otak beda cara, beda otot pasti beda cara untuk usaha.

Dari dulu sebelum kami menikah saya sudah punya keinginan yang namanya bisnis dagang, hingga setelah menikahpun rasa itu masih saya miliki, keinginan ini saya dapatakan kalau tidak salah terinspirasi dari sebuah hadis rosul jika di ambil pengertiannya yaitu sebagai berikut: " Jika kita ingin kaya namun panas pikirannya maka berdaganglah, dan jika kalian ingin sederhana namun pikiran tenang, adem ayem maka bertanilah" jadi bagi kalian yang tidak ingin pikirannya panas tidak usah usaha dagang ya :)

Dan juga dapat pencerahan dari bapak kami sendiri "yang namanya bisnis (dagang) sekecil apapun masih mengalahkan petani" Meruncingah sudah keinginanku ingin usaha berbisnis dagang. dan ternyata setelah saya menikah kehendakNya lain saya di angkat sebagai pendidik di sebuah lembaga madrasah ahirnya keinginan bisnis dagangku belum tercapai.

Setelah berjalan kurang lebih 3 bulan kami sadar selain sebagai pendidik saya juga harus punya pekerjaan lain agar tidak terlau mengharap honor dari seorang pendidik agar nantinya saya bisa ihlash mengajar, ahirnya saya pun memutar otak untuk mewujudkan keinginanku tersebut sebagai pembisnis, ahirnya singkat cerita saya meihat ada sebuah beberapa bedak (ruko papan) yang baru di buat di pinggir pasar tepat di pinggir jalan, dan saya yakin pasti mau di kontrakkan, maka saya pun langsung mencari si pemilik bedak tadi.

Dan ahirnya saya bisa bertemu juga dengan si pemilik katakanah ruko aja lah ya biar enak, dan setelah berbincang-bincang maka final saya menyewa sebuah ruko tersebut dengan harga Rp. 3000000/tahun, lumayanah sudah punya wadahnya, namun yang menjadi masalah adalah kurangnya modal untuk mengisi barang ;), karena modal yang separuh telah di buat untuk nyicil kontrakan, memang harus sudah bayar kontrakan waaupun separuh. Dan inilah awal saya mulai merintis usaha bisnis dagang.

Kamipun putar otak lagi, bagaimana cara mensiasatinya, dan ahamdulillah ada pencerahan saya teringat bahwa kakak iparku (kakak kandung kedua istri) memiki bisnis dagang jual-beli manisan atau sembako dengan cara grosir, maka saya datangiah kakak iparku untuk mencarikan solusinya agar bisa ikut bisnis dagang dengan modal yang pas-pasan, seingatku setelah menikah ada uang sebesar Rp.3000000-1500000 (untuk nyicil bayar kontrakan)=1500000. jadi saya masih punya modal sekitar 1 juta setengah. dengan uang sejumah tersebut untuk menyediakan stok di warung tentunya sangat pas-pasan.

Ahirnya bincang-bincang selesai kakakku bersedia untuk menyediakan barang-barangnya dulu untuk di bayar nanti setelah terjual, lumayan ah.. ;) dan berikutb sebagian dagangan manisanku:

Catatan Perjalanan Usahaku Merintis Bisnis

Setelah perjaanan bisnis dagangku sudah mulai berjalan kurang lebih 1/2 tahun saya merasa hasi kurang maksimal, entah karena apa, apakah aku yang kurang bersyukur atau yang lainnya, namun yang namanya bersyukur itu tetap saya lakukan dan kemungkinan keinginanku ingin jadi orang sukses dan kaya lumayan tinggi, bukannya ingin kaya semata sih namun setidaknya tanganku ingin yang di atas, bukankah itu ajaran Rosul?

Menambah usaha bisnis jual mainan

Maka saya pun mutar otak lagi untuk berfikir bisnis apalagi yang akan saya lakukan sekira menghasilkan dengan lumayan, maka pada ahirnya saya punya keinginan menyediakan atau nyetok barang-barang jenis mainan, dengan hasil dagang manisan kurang lebih setengah tahun tadi beum kami rasakan namun saya alihkan menjadi barang dagangan agi yaitu permainan, stoknya pun belum bisa banyak-banyak amat karena kalau yang ini harus tunai tidak boleh bon ;)

Catatan Perjalanan Usahaku Merintis Bisnis

Kenapa saya memiih bisnis Mainan anak-anak? Karena barang dagangan jenis permainan tidak akan busuk, toh busuk butuh waktu lama, menjaga-jaga kalau nantinya lama lakunya, selain dari pada itu permainan juga pasti banyak peminatnya karena target kita nantinya anak-anak, dimanapun daerah pasti banyak kan anak-anak? nah inilah yang akan kami lakukan untuk bisnis dagang selanjutnya yaitu menjual permainan anak-anak.

dan ahamdulillah setelah bisnis usaha menjual mainanku lumayan meningkat, sedikit demi sedikit ternyata benar jadi bukit.

Caraku tidak mengambil laba atau hasil dari dagang untuk di gunakan yang lain kecuali saya alihkan lagi menjadi barang dagangan/stok dan saat ini alhamdulilah barang daganganku terus bertambah:

Catatan Perjalanan Usahaku Merintis Bisnis


"Jika kalian ingin kaya namun fikiran panas jadilah pedagang, jika kalian ingin sederhana namun pikiran adem maka petanilah" ternyata benar lo pikiranku lumayan panas karena setiap harinya hairus berfikir bagaimana cara memutar uang agar efekrif dan efisien.

Simak juga : Peluang usaha menjual kelapa

Selain panas ternyata mengasikkan juga loh saat dapat duit :) apalagi dapat dukungan dari istri/suami. Dengan uang kita bisa belanja, dengan uang kita bisa sedekah, dengan uang kita bisa mencari sesuatu yang kita inginkan termasuk liburan bersama keluarga tercinta. Demikianlah catatan perjalan usahaku dalam merintis bisnis. Sudah dulu ya, sudah panjang thu :) nanti takutnya bosan padahal masih panjang dan insyaallah akan saya lanjutkan kisahnya. Salam

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Catatan Perjalanan Usahaku Merintis Bisnis"

Post a Comment

Ada pertanyaan? silahkan di kolom komentar